Kemenag Tengah Menyusun Buku Putih Moderasi Beragama

By Abdi Satria


nusakini.com-Jakarta-Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama tengah menyusun buku putih moderasi beragama. Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa penyusunan buku ini menjadi salah satu bentuk ikhtiyar dan keseriusan Kementerian Agama dalam pengarusutamaan moderasi beragama. 

“Kita sedang menyusun buku putih moderasi beragama, nantinya buku tersebut diharapkan menjadi pedoman pengarusutamaan moderasi beragama,” terang Kamaruddin saat membuka Halaqah Pengembangan Pendidikan Islam (HAPPI) 2019 di Ancol, Jakarta, Minggu (10/03). 

HAPPI 2019 diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kepala Biro pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. “Salah satu program prioritas Kementerian Agama saat ini adalah pengarusutamaan moderasi beragama. Kami berharap Bapak dan Ibu bisa menjadi agen moderasi beragama di daerah masing-masing,” tegas Kamaruddin Amin yang juga Guru Besar UIN Alauddin Makassar. 

Menurut Kamaruddin, dalam kehidupan beragama ada dua kutub ekstrim, yakni ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Ekstrim kanan terlalu terpaku pada teks dan cenderung mengabaikan konteks. Sementara, di posisi yang berlawanan, ekstrim kiri cenderung mengabaikan teks. “Moderasi beragama berada di tengah-tengah dari dua kutub ekstrim tersebut, yakni menghargai teks tetapi mendialogkannya dengan realitas kekinian,” ujarnya.

Dalam konteks Pendidikan Islam, terang Kamaruddin, moderasi beragama berarti mengajarkan agama bukan hanya untuk membentuk individu yang saleh secara personal, tetapi juga mampu menjadikan paham agamanya sebagai instrumen untuk menghargai umat agama lain.

HAPPI 2019 akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, 10 - 12 Maret 2019 di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara. Hari ini, Menteri Agama dijadwalkan mengisi acara NGOPI (Ngobrol HAPPI).